Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kini memiliki layanan Pojok Statistik sebagai wadah kolaborasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini dihadirkan untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses data resmi, khususnya untuk kebutuhan akademik seperti penelitian dan skripsi. Inisiatif ini berasal dari Agustifa Zea Tazliqoh selaku dosen Program Studi (Prodi) Manajemen sekaligus dosen Prodi Statistik Unsika sehingga dapat menjalin kerjasama dengan BPS. 

 

Salah satu anggota Pojok Statistik Unsika, Wahyu Ramadhoni Aditya, mengatakan bahwa Pojok Statistik merupakan organisasi yang dibentuk sebagai perpanjangan tangan pelayanan BPS di lingkungan kampus.

 

“Organisasi ini dibentuk untuk berkolaborasi dengan BPS, sebagai perpanjangan tangan pelayanan BPS,” katanya saat diwawancarai langsung, Selasa (3/3/2026).

 

Senada dengan hal itu, salah satu anggota Pojok Statistik Unsika, Sabrina Aulia Nabillah, juga menuturkan bahwa layanan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap data statistik.

 

“Kalau mahasiswa butuh data dan terkendala akses atau koneksi, biasanya langsung ke BPS Karawang. Nah, dengan adanya Pojok Statistik ini, mahasiswa Unsika bisa mencari data melalui kami, sehingga lebih mudah dan efisien,” tuturnya saat diwawancarai langsung, Selasa (3/3/2026).

 

Sabrina menambahkan bahwa pembentukan Pojok Statistik juga didorong oleh kebutuhan pelayanan BPS Sensus Ekonomi 2026. Dengan padatnya agenda sosialisasi, BPS memerlukan dukungan layanan di kampus agar mahasiswa tetap terlayani dengan baik.

 

“Pihak BPS ini kan memang selalu ada kegiatan juga kan di luar dalam sosialisasi. Apalagi sekarang kan sudah mau mendekati sensus ekonomi 2026. Nah, mereka takutnya kalau misalnya ada mahasiswa yang datang ke BPS ini buat nyari data tapi tidak ada yang bisa melayani dengan kesibukan sosialisasinya makanya diturunkanlah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau organisasi pojok statistik ini,” tambahnya.

 

Selain itu, Sabrina mengungkapkan bahwa peresmian Pojok Statistik dilaksanakan pada akhir Januari 2026 secara sederhana dan dihadiri oleh pihak BPS serta jajaran dosen dan dekan. 

 

“Di minggu-minggu akhir bulan Januari 2026. Itu juga peresmiannya, memang kita tidak terlalu besar ya peresmiannya. Cuma dari pihak BPS dan pihak dosen-dosen yang ada gitu kan. Program studi, dekan-dekan, cuman sekedar peresmian seperti itu aja,” ungkapnya. 

 

Sabrina menjelaskan bahwa Pojok Statistik Unsika beranggotakan 10 mahasiswa terpilih dari program studi Manajemen dan Akuntansi. 

 

Nah, akhirnya kemarin diputusin buat ngambil agennya itu cuma 5 dari manajemen dan 5 dari akuntansi, karena memang ketersediaan sumber daya yang memang mau untuk jadi agen. Akhirnya, kita dari agen pojok statistik cuma ada 10 agen doang,” jelasnya.

 

Sabrina juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa persyaratan untuk menjadi bagian dari Pojok Statistik.

 

“Sebenarnya yang perlu diutamakan persyaratannya komitmen, syarat IPK 3.00 dari semester 5 atau 4 bisa. Seharusnya dari Program Studi Statistik karena mereka punya bekal awal, tapi karna prodi Statistik di Unsika baru jadi untuk di tahun ini diambil dari manajemen dan akuntansi,” sebutnya.

 

Sabrina mengharapkan kehadiran Pojok Statistik dapat menjadi solusi bagi mahasiswa tingkat akhir yang seringkali kesulitan mendapatkan data untuk tugas akhir atau skripsi.

 

"Kami berharap mahasiswa Unsika benar-benar memanfaatkan layanan ini. Data itu penting, baik untuk penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Kami di sini untuk memastikan mereka nggak perlu keliling jauh-jauh lagi hanya untuk mencari sepotong data," harapnya.

 

(ZK, CBS)