Guna meningkatkan penambahan daya listrik, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), membuat proyek penambahan daya melalui sistem penanaman kabel bawah tanah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan daya listrik seiring bertambahnya fasilitas-fasilitas yang ada di Unsika.

 

Wakil Rektor (Warek) Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dede Jajang Suyaman, menjelaskan adanya penggalian di beberapa titik, seperti di depan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta parkiran kantin depan Unsika. Penggalian ini bertujuan untuk menambah daya listrik dikarenakan beberapa gedung mempunyai fasilitas tambahan yang membutuhkan daya listrik lebih besar.

 

“Tujuan penggalian itu untuk penambahan daya listrik karena gedung-gedung yang ada lift kayak FKIP, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rektorat. Jadi lift itu membutuhkan energi tinggi, dan jika kabel sudah mengalir itu akan menyebar ke seluruh nya,” jelasnya saat diwawancarai langsung, Jumat (13/3/2026).

 

Penggalian di sekitar kantin depan Unsika, Rabu (4/3/2026).

 

Namun, proyek penggalian ini menuai keresahan dari beberapa mahasiswa. Salah satu mahasiswa FKIP, Maura, menuturkan bahwa selama masa penggalian menghambat akses pejalan kaki dan mempersempit lahan parkir.

 

Kan kalau saya sebagai pengguna jalan, ikut terganggu, soalnya jadi apa ya, susah buat jalannya gitu lho. Terus agak sempit-sempit juga gitukayak mau lewat mana jalannya, gitu,” tuturnya saat diwawancarai langsung, Jumat (13/3/2026).

 

Selain itu, Maura menambahkan bahwa temannya yang membawa kendaraan terkadang merasa kesulitan untuk parkir selama adanya penggalian, kemacetan juga menjadi dampak atas hal itu.

 

“Terus mungkin kan saya juga kadang suka bareng teman kayak gitu kan yang bawa motor. Nah, kadang dia juga jadi bingung gitu lhokayak parkir di mana, karena lagi dibetulin juga kan jalannya, gitu. Dan jalan juga kadang di sini macet gitu,” tambahnya.

 

Dede juga merasa dampak dari penggalian tersebut membuat lingkungan berantakan sehingga tidak enak untuk dipandang.

 

“Jadi tidak indah kan lingkungan ya, saya juga ga enak mandangnya, minggu lalu saya marahin tukang galinya, karena sudah bagus-bagus jadi berantakan,” ungkapnya.

 

Dede menegaskan bahwa sejauh ini tidak akan ada penggalian lagi untuk kedepannya dikarenakan proyek penggalian guna penambahan daya listrik sudah selesai.

 

“Cukup itu aja ga ada lagi karena kita pembangunan sudah padat,” tegasnya.

 

(USC, PAI)