Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) Kolektif Perpustakaan Punggung, Brigade Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Aksi Kamisan Karawang menggelar kegiatan ‘Screening & Talking’ Film ‘Dear Nathan Thank You Salma’, yang diselenggarakan di parkiran FISIP, Senin (10/3/2026).
Brigade FISIP yang menjadi salah satu fasilitator acara ini, Haikal Kholaf, mengatakan tujuan diselenggarakannya acara ini ialah untuk memperingati hari perempuan sedunia, serta sebagai momentum untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Acara ini kembali menjadi penyuaraan bagi hak-hak perempuan, karena tidak semuanya tau apa arti dari International Women’s Day,” katanya saat diwawancarai langsung, Senin (10/3/2026).

Sesi diskusi Film Dear Nathan Thank You Salma bersama audiens dan pemantik, Senin (10/3/2026).
Acara ‘Screening & Talking’ juga menghadirkan pembicara dari Perempuan Anggota. Andrea Putri menuturkan bahwa Film Dear Nathan Thank You Salma, disajikan karena memiliki latar belakang serupa dan sangat relevan dengan kehidupan kampus, mulai dari konflik-konflik yang terjadi, hingga kasus-kasus kekerasan seksual di film sangat nyata di kehidupan kampus.
“Film Dear Nathan ini sangat relevan karena menurut aku sangat relevan di kehidupan kampus, bahkan sampai ke kasusnya pun sama, masih banyak pelaku yang berkeliaran di kampus, dan juga berlindung di balik rezim Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa),” tutur Andrea saat diwawancarai secara online, Selasa (10/3/2026).
Haikal mengungkapkan penilaiannya bahwa Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) hanya menjadi formalitas karena beberapa penanganan kasus kekerasan seksual yang terjadi di kampus belum terselesaikan dengan baik.
“Menurutku, Satgas PPKPT hanya menjadi formalitas dan korban-korban hanya sebatas menjadi data, dan sampai sekarang belum ada kabar perihal kekerasan seksual yang bisa diatasi, hanya sebatas formalitas bahwa ini ada lembaga dari kampus yang bisa memberi ruang aman, akan tetapi nihil hasilnya,” ungkapnya.
Andrea juga memaparkan pandangannya terkait Satgas PPKT yang ada di kampus Unsika sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau hanya sebuah formalitas belaka.
“Pandanganku terkait Satgas PPKPT itu kayak tugas dan fungsi mereka tuh sebenarnya apa? Karena sejujurnya aku belum pernah denger kasus yang mereka tuntaskan, kesannya tuh kayak eksistensi mereka tuh cuman formalitas belaka supaya kewajiban kampus terpenuhi,” paparnya.

Simbolis memperingati International Women’s Day, Senin (10/3/2026).
Andrea berharap diselenggarakannya acara ini dapat meningkatkan kesadaran dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
“Harapannya semoga selanjutnya kegiatan kayak gini tuh terus ada dan ga cuman sekedar jadi seremonial, tetapi agar kesadaran dalam memperjuangkan keadilan semakin meningkat,” harapnya.
(PAI)