Menjelang memasuki tahun ajaran baru, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) nampaknya membagikan kabar bahagia dengan menghadirkan Program Studi (Prodi) baru di beberapa fakultas, diantaranya Fakultas Teknik (FT) dengan tiga Prodi baru dan Fakultas Pertanian (Faperta) dengan satu Prodi baru.
Dekan FT, Iwan Nugraha Gusniar, memaparkan beberapa Prodi baru yang hadir di fakultasnya, diantaranya ada Kimia, Statistika, dan Arsitek.
“Alhamdulillah ya, Fakultas Teknik ada kabar gembira di tahun 2026 ini terbit SK (Surat Ketetapan) Prodi baru. Yang pertama kimia, walaupun sebelumnya ada Teknik Kimia. Kalau Kimia yang ini mengarah ke murni. Semacam masuknya terakomodirnya Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Yang kedua Statistika, tetapi tahun ini kami menerima tiga Program Studi baru plus Arsitek,” paparnya saat diwawancarai secara langsung, Senin (19/1/2026).

Gedung FT, Senin (26/1/2026).
Tak terkecuali Faperta, Darso Sugiono, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Faperta, mengabarkan telah terbitnya izin operasional Prodi baru mereka, yaitu Teknologi Industri Pertanian (TIP), yang mana Prodi ini berkaitan erat dengan visi misi Unsika.
“Untuk Prodi baru kita alhamdulillah sudah terbit izin operasionalnya adalah Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Nah, kenapa didirikan industri pertanian? Ini kaitan dengan visi misi Unsika itu sendiri. Yaitu di dalamnya ada emisi dan pertanian,” jelasnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (22/1/2026).
Kabar bahagia penambahan Prodi di FT terdengar oleh salah satu mahasiswa FT, inisial M. Ia mengaku melihat kabar ini langsung melalui sosial media Instagram Official Unsika.
“Tahu sih ada. Kalau itu sih (mendengar) dari Unsika-nya langsung ya, dari Official Unsika di Instagram,” tuturnya saat diwawancarai secara langsung, Senin (19/1/2026).
Mahasiswa Faperta, Naufal Widyadhana, juga menanggapi kabar penambahan Prodi baru di Faperta. Ia merasa senang karena akan memiliki keluarga baru.
“Saya merasa senang dikarenakan ada Prodi baru di Faperta sendiri karena adanya keluarga baru dan makin banyak gitu dari Faperta tersendiri,” ungkapnya saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (24/1/2026).
Penambahan Prodi baru ini telah melalui kajian yang cukup panjang. Iwan merincikan kajian-kajian yang perlu ia lalui sebelum keluarnya SK.
“Kajian sederhana dulu di Karawang, di mana Prodi-Prodi apa sih yang seksi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang kedua memang sebagian besar SDM (Sumber Daya Manusia) sudah tersedia. Karena perekrutan tahun-tahun sebelumnya. Baik lewat CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) maupun dosen ketika swasta,” jelasnya.

Gedung Faperta, Senin (26/1/2026).
Hadirnya Prodi baru Faperta yang meliputi tiga rumpun ilmu, membuat pihak fakultas bertanggung jawab lebih untuk mempersiapkan segala hal dari jauh-jauh waktu. Darso menjelaskan sejauh mana persiapan Prodi barunya. Misalnya, pihak fakultas telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni dosen melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“TIP ini ada tiga bidang ilmu, yang pertama adalah kajian teknologi dan lingkungan. Kemudian ada kajian manajemen agroindustri, kemudian ada kajian rekayasa sistem. Nah untuk tiga rumpun ilmu ini kita sudah siapkan sumber daya manusianya atau dosennya melalui rekrutmen CPNS kemarin, alhamdulillah,” ungkapnya.
Tak kalah penting, untuk mempersiapkan Prodi baru ini, Iwan menugaskan dosen-dosen untuk sosialisasi Prodi baru di FT Unsika ke sekolah-sekolah di Kabupaten Karawang, Cikampek, dan Cikarang.
“Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah di Kabupaten Karawang, Cikampek, Cikarang. Kita tugaskan dosen-dosen,” jelasnya.
Menanggapi pembaharuan Prodi ini, M mempertanyakan untuk apa Prodi baru jika fasilitas belum memadai. Belum lagi perkuliahan yang selama ini berjalan menurutnya layaknya shift-shift-an. Mahasiswa hanya dapat mempergunakan kelas untuk beraktivitas apabila kelas tersebut kosong, jika tidak maka tidak dapat dipergunakan.
“Terlalu janggal dengan melihat fasilitas yang belum memadai, jadi kayak ngapain? Mau ditaruh di mana kebanyakan Prodi. Kasihan juga jatuhnya jadi shift-shift-an. Kemarin tuh yang lingkup teknik kayak Teknik Lingkungan, Kimia, Industri, Mesin saja harus berbagi terus gitu buat kelas apalagi dibagi-bagi lagi sama Prodi yang baru ini. Kalau ada yang ngisi (kelas) ya enggak diisi, kalau enggak ada yang isi (kelas) ya diisi,” keluhnya.
Iwan menyadari kekurangan Sarana Prasarana (Sarpras) di Unsika, akan tetapi menurutnya pimpinan telah berusaha melakukan berbagai macam cara sehingga kebutuhan Sarpras bisa terpenuhi. Apalagi dalam pandangannya, Prodi baru ini bisa menggunakan Sarpras Prodi lain.
“Kita akuilah, tidak munafik Sarpras kurang, apalagi teknik itu yang namanya lab itu sebagai jantungnya. Ya tidak bisa teoritis, lab itu nomor satu. Kurang ada, tapi bertahap, penambahan apa yang kurang. Sarpras kan pada intinya tidak selalu Prodi baru harus ada Sarpras yang baru, bisa menggunakan Sarpras yang ada yang digunakan Prodi lain,” tanggapnya.
Selain itu, Darso juga meresahkan hal yang sama, ia merasa Sarpras harus diperhatikan untuk penambahan Prodi ini. Namun menurutnya, Unsika telah memiliki jawaban untuk masalah kurangnya fasilitas ruang mengajar.
“Sarana Prasarana saya kira untuk Program Studi juga harus kita perhatikan sebetulnya ya, karena kita menerima mahasiswa baru sekarang mau ditempatkan di mana perkuliahannya? Nah tetapi saya kira sudah terjawab ya untuk Sarana Prasarana, sekarang saya lihat di kampus dua juga sedang didirikan yaitu tentang bangunan terpadu untuk kuliah bersama,” ucapnya.
Alih-alih mengeluhkan fasilitas yang tidak memadai, Naufal justru berharap untuk kedepannya penambahan Prodi baru ini fasilitas bisa tercukupi dan berjalan lancar.
“Untuk fasilitas kita tidak tau kedepannya bagaimana, semoga untuk Prodi baru ini bisa tercukupi gitu untuk fasilitasnya dan diharapkan untuk kedepannya berjalan lancar,” ungkapnya.
M menambahkan, sebetulnya yang ia harapkan sebelum adanya Prodi baru ialah kampus harus memfasilitasi mahasiswanya dengan baik.
“Kalau yang saya harapin sih sebenarnya sebelum adanya Prodi baru tuh melihat fasilitas dulu sih. Karena kasihan juga buat mahasiswa barunya yang sekiranya tuh berharap banyak gitu ya di Prodi baru ini tapi tidak terfasilitasi dengan baik,” tambahnya.
Melalui penambahan Prodi baru, Darso berharap agar masyarakat bisa mengenyam pendidikan secara merata dan menantikan agar masyarakat sekitar Kabupaten Karawang dapat berkuliah di Unsika.
“Masyarakat Kabupaten Karawang, kemudian Purwakarta, Bekasi, dan sekitarnya juga, jadi tidak kuliah selalu harus di IPB (Institut Pertanian Bogor), tidak kuliah harus Unpad (Universitas Padjadjaran), di Unsika oge aya (juga ada) gitu ya, nah itu, kita harapkan semuanya masyarakat dalam hal ini bisa mengenyam pendidikan secara merata gitu ya.”
(NSK, USC)